18 July 2012 ~ 2 Comments

Usaha dan Kesempatan

Ada seorang yang amat saleh dan dan selalu setia untuk menepati waktu berdoa sejak ia kecil hingga dewasa. Ia tidak pernah mengeluh dan selalu mensyukuri apa yang didapatkannya setiap hari. Sungguh seorang figur teladan dalam hal spiritual.

Suatu ketika, ia tertimpa kemalangan dan membutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Berbekal keyakinan akan doa-doanya selama ini, ia meminta kepada yang mahakuasa agar ia menang lotere supaya dapat mengatasi masalahnya. “Satu permohonan saja, pasti dikabulkan,” pikirnya.

Berhari-hari ia terus berdoa memohon hal yang sama, namun tidak ada hasilnya. Ketika ia mulai patah arang, ia lalu mengeluh mengapa permohonan dalam doanya tidak dikabulkan? Bukankah ia seorang yang saleh dan tidak pernah meminta apa-apa? Baru kali ini saja ia memohon, itu pun karena dalam kesulitan yang besar.

Ketika ia mulai mengeluh, tiba-tiba petir menyambar-nyambar dan seolah-olah ada suara yang mengatakan, “Sebetulnya, permohonanmu itu sudah hendak dikabulkan, namun kamu melupakan satu hal: kamu belum membeli kupon loterenya.”

Pesan moral: kesempatan itu sebetulnya selalu terbuka, asal kita berusaha, walau sekecil apa pun. Kalau kita ingin menang lotere, jangan lupa untuk membeli kupon loterenya terlebih dahulu. Kalau kita ingin cemerlang dalam kelas, jangan lupa belajar tekun dahulu. Kalau kita ingin memuncaki karir, jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan kita dahulu. Memohon dan bercita-cita tanpa berusaha, sungguh merupakan mimpi yang indah tapi tidak pernah menjadi kenyataan. Sudahkah kamu berusaha untuk mengejar apa yang kamu dambakan? :D

Komentar

Komentar

2 Responses to “Usaha dan Kesempatan”

  1. Jina 21 July 2012 at 02:58 Permalink

    Hahahaha…
    Herman, Herma… hadeh…
    Dari awal aku dha baca serius… eh ujung2 nya malah ada humor nya…
    btw busway, koq kayaknya kurang mantap.. Kurang convince someone yang sedang mengalami hal yg sama dg tokoh ilustrasi tersebut..
    Thanks anyway yach…
    Gbu

    • hermansbm 22 July 2012 at 10:12 Permalink

      Cerita aslinya sebetulnya memang humor Jina hehe. Ini mau kubuat serius pesan moralnya, tapi malah jadi setengah matang ya? :p
      Masih belum pintar mengkolaborasi tulisan humor+serius nih hehe, perlu belajar lagi :)
      Anyway, thanks buat komennya ya Jina :D


Leave a Reply