16 July 2012 ~ 4 Comments

Teknologi dan Teman

“Sudah diomongin di xx messenger group  juga tadi”. Itu adalah respon seorang kawan ketika saya mengucapkan selamat kepada salah satu sahabat yang mendapatkan promosi melalui pesan surel. Mungkin saya yang sensitif dan menangkap pesan lain di baliknya sehingga kalimat tadi bagi saya seolah-olah berarti “basi banget deh lo”. Dan kalimat tadi meluncur karena saya tidak menggunakan teknologi yang dipakai oleh orang kebanyakan.

Saya men-cc-kan pesan tersebut melalui surel kepada kawan-kawan main yang lain karena teknologi ini netral dan lebih banyak dipakai daripada messenger mana pun. Saya tahu bahwa teknologi messenger ponsel pintar berlogo buah beri tersebut memang populer di Indonesia dan dipakai oleh kebanyakan orang. Namun, saya memilih menggunakan ponsel pintar berlogo robot hijau karena menurut saya dengan harga yang sama, kapasitas si robot hijau ini melebihi buah beri (dan terbukti, kecanggihan si robot hijau sekarang mulai sudah mendominasi pasar dunia mengalahkan teknologi buah beri yang konon katanya malah hampir bangkrut). Salah kah keputusan ini? Toh, saya tidak memaksa orang lain untuk menggunakan teknologi yang sama lho.

Nah, kembali ke judul “Teknologi dan Teman”. Pada hakikatnya, apa fungsi teknologi yang sesungguhnya? Tentu jawabannya adalah memudahkan manusia – variasi jawaban lain dan turunannya juga diterima. Ponsel pintar sebagai alat komunikasi, secara lebih spesifik tentu untuk mempermudah komunikasi bukan? Namun kenyataannya, justru kekurangtepatan penggunaan teknologi malah menimbulkan miskomunikasi bahkan merusak komunikasi. Ketika kawan yang tidak menggunakan teknologi yang sama kemudian di-ekskomunikasi-kan dari pergaulan dan tidak mendapat update mengenai apa yang terjadi pada group yang nyata (instead of xx messenger group yang maya), apakah penggunaan teknologi komunikasi ini sudah tepat? Ironis…

Ya, artikel ini ditulis sekedar untuk perenungan saja, supaya kita lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Jangan sampai fungsi teknologi yang sesungguhnya mempermudah manusia, justru berbalik menjadi mempersulit, bahkan merusak hubungan pertemanan dan kekeluargaan.

Ah..omong-omong mengenai teknologi buah beri, saya jadi teringat sebuah kaus yang bertuliskan “Life was much easier when apple and blackberry were just fruits“. So, what do you think? :D

Komentar

Komentar

4 Responses to “Teknologi dan Teman”

  1. Rio praditia 16 July 2012 at 19:05 Permalink

    Ternyata teknologi lebih cepat maju dibanding penggunanya.

    • hermansbm 16 July 2012 at 20:57 Permalink

      Hehe..maksudnya teknologinya sudah maju, penggunanya masih ‘katrok’? :p

  2. Anugerah 18 July 2012 at 13:06 Permalink

    Ga apa, bro. Bertahanlah dengan pilihanmu atas si robot hijau.
    Omong-omong tentang teknologi, banyak yang bilang bahwa teknologi sanggup mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat.
    Setuju dengan perkataanmu untuk lebih berhati-hati menggunakan teknologi. Sebab belakangan sudah banyak terjadi, manusia lebih nyaman berkomunikasi menggunakan alat ketimbang berbicara langsung. Saya rasa sering terjadi pasangan kekasih atau keluarga yang membahas suatu hal serius namun tidak berani berkomunikasi langsung dan lebih memilih berkomunikasi lewat alat. Menyedihkan menurut saya.

    • hermansbm 18 July 2012 at 21:24 Permalink

      Yups, betul sekali bro Inug. Dan omong-omong Newsweek edisi terbaru (16 Juli) berita utamanya tentang efek negatif internet (teknologi) lho. Yang mengejutkanku di sana adalah tahun depan, adiksi internet masuk dalam DSM! (Buat yang ga tau, DSM itu adalah ‘kitab suci’ psikiater dan psikolog klinis. Isinya panduan diagnosa gangguan kejiwaan.)
      Bahkan muncul istilah nomophobia alias takut secara ekstrem untuk jauh dari ponsel pintar, menurut artikel berikut mashable.com/2012/07/13/nomophobia-infographic/?WT.mc_id=en_my_stories&utm_campaign=My%2BStories&utm_medium=email&utm_source=newsletter
      Teknologi itu medium, maka sebaiknya ia tetap sebagai alat, bukan sebagai ‘majikan’ kita. Setuju kan? :D


Leave a Reply