21 May 2012 ~ 0 Comments

Surga dan Neraka

Suatu ketika, ada seseorang yang mengalami koma karena kecelakaan. Pada saat koma tersebut, rohnya melayang dan disambut oleh malaikat yang bertugas menjemputnya. Ketika malaikat tersebut memeriksa buku catatan kematian, malaikat tersebut terkejut dan berkata, “Lho, jadwal saya menjemput kamu seharusnya masih lama. Kalau begitu, mari saya antar kamu kembali ke dunia.”

Namun, orang yang koma tersebut menjawab, “Tunggu dulu, karena saya sudah terlanjur berada di sini, bolehkah saya melihat-lihat? Saya ingin tahu apakah surga dan neraka itu sungguh ada?” Sang malaikat pun setuju dengan permintaan tersebut lalu mengajak orang tadi berkeliling akhirat.

Tibalah mereka di perhentian yang pertama, yaitu surga. Orang tadi terkesima karena melihat wujud surga yang megah, seperti ruang makan besar yang sangat mewah dengan banyak hidangan yang tampak lezat sekali. Jiwa-jiwa yang berada di sana tampak seperti manusia normal, kecuali satu hal: tangan mereka tidak memiliki siku sehingga tampak seperti batang lurus. Mereka tampak sangat bersukacita dalam perjamuan tersebut. Mereka juga tampak gembira menyuapi satu sama lain karena tidak dapat memasukkan makanan ke mulut mereka sendiri akibat tidak memiliki siku.

Sang malaikat lalu membawa orang tersebut ke tempat selanjutnya. Malaikat lalu menunjukkan seperti apa rupa neraka itu. Orang tadi tampak takjub dan kaget karena ia melihat bahwa wujud neraka ternyata tidak sesuai dengan bayangannya selama ini. Ia melihat bahwa neraka itu sama seperti surga tadi, berupa sebuah perjamuan yang sangat mewah di meja yang sangat besar dan bagus. Jiwa-jiwa yang berada di sana pun tidak ada bedanya, tampak seperti manusia normal, namun tidak memiliki siku.

Lalu ia bertanya kepada malaikat, “Apa bedanya surga dan neraka kalau begitu?”

Jawab malaikat, “Coba kamu perhatikan lebih seksama. Di surga, semua saling berbagi dengan menyuapi satu sama lain supaya mereka dapat menikmati perjamuan bersama. Sementara di neraka, masing-masing berusaha menyuapi diri mereka sendiri dan hal ini tidak pernah berhasil karena mereka tidak memiliki siku tangan. Sumpah serapah terdengar di mana-mana dan tidak ada kegembiraan karena mereka berusaha keras menikmati makanan yang tampak lezat tapi menderita karena tidak dapat memasukkannya ke mulut.”

Setelah puas berkeliling akhirat, orang tadi kemudian dikembalikan ke dunia. Ia bangun dari komanya dan menyadari satu hal: kita dapat menciptakan surga dan kegembiraan di dunia dengan cara saling berbagi satu sama lain, namun juga dapat menciptakan neraka dan penderitaan di dunia dengan cara menjadi egois dan mau menang sendiri.

Catatan: Kisah ini adalah fiktif belaka dan tidak merepresentasikan surga atau neraka dari kepercayaan mana pun.

Komentar

Komentar

Tags: ,

Leave a Reply